DEVELOPMENT OF STANDARD OPERATING PROCEDURES TO IMPROVE OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH IN THE METAL CASTING PROCESS AT UD. SINAR MULYA USING THE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) METHOD.
PENGEMBANGAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR UNTUK PENINGKATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DALAM PROSES PENGECORAN LOGAM DI UD. SINAR MULYA MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA)
DOI:
https://doi.org/10.70888/sitedi.v2i1.47Keywords:
Pengecoran logam, keselamatan dan kesehatan kerja (k3), Standar Operasional Prosedur (SOP), Keselamatan kerja, Job SAfety AnalysisAbstract
Industri pengecoran logam adalah sektor penting dalam manufaktur yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian, namun memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang efektif dalam proses pengecoran logam di UD. Sinar Mulya. Penelitian ini melalui pendekatan Job Safety Analysis (JSA) untuk mengidentifikasi dan mengendalikan resiko apabila terjadi kecelakaan kerja serta meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi. Identifikasi dan pengendalian risiko K3 berimbas pada peningkatkan efisiensi dan kualitas produksi. Dalam penelitian ini juga mengevaluasi implementasi Alat Pelindung Diri (APD) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) di perusahaan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemutakhiran prosedur keselamatan, termasuk penggunaan APD yang lebih sesuai dan penambahan alat pengendalian lingkungan, merupakan langkah penting dalam meminimalkan risiko kecelakaan dan cedera. Meskipun SOP yang telah dikembangkan belum sepenuhnya diterapkan, langkah selanjutnya adalah implementasi untuk memastikan keselamatan pekerja dan menjaga produktivitas. Hasilnya menegaskan bahwa penerapan prosedur keselamatan yang efektif merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif di industri pengecoran logam.
References
Ningsih, S. O. (2019). Analisis Resiko Keselamatan Dan
Kesehatan.
Triyono, B. (2014). Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
(K3).
Natarisa, D. R. (2016). Implementasi Sistem Manajemen
Ramli, S. (2010). Sistem manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja OHSAS 18001.
Gunawan, F. A. ( 2016). Manajemen keselamatan operasi:
Membangun keunggulan operasi dalam industri proses.
Hayati R, K. (2018). Faktorfaktor yang berhubungan dengan
Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Petani Pengguna Pestisida.
OHSAS, B. S. (2007). Occupational health and Safety
management systems.
Fahmi, I. (2012). Manajemen Risiko Teori, Kasus dan Solusi,
Alfabeta.
Darmawi, H. (2005). Management resiko.
Lakmi. (2008). Manajemen Perkantoran Modern. Jakarta.
Atmoko, T. (2012). Standar Operasional Prosedur (SOP) dan
Akuntabilitas Kinerja Pemerintah. Jakarta: Skripsi Unpad.
Soemohadiwidjojo, Arini T. (2017). Mudah Menyusun SOP
Standard Operating Procedure. . Jakarta.
Dewi, W. F. P., & Wiyani, N. T. (2016). Prosedur Pembelian
Bahan Baku Secara Kredit Pada PT Burangkeng Maju Teknik.
urnal Online Insan Akuntan.
Aisyah Wulandari, Rowlan Takaya. (2024). ANALISA
PROSEDUR PEMBELIAN BARANG DI BAGIAN
PURCHASING. Studi Menejemen Dan Bisnis.
Wahana, D. (2018). Analisis Resiko Keselamatan Dan
Kesehatan Kerja Welding Confined Space Bagian Erection PT.
PAL Indonesia (Persero) Surabaya.
Suharianto, F. .. (2017). Study tentang Job Safety
Analysisdalam identifikasi potensi bahaya sebagai upaya
pencegahan kecelakaan kerja pada pekerjaan reparasi Kapal Kri
Nala 363 di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero).
S. Choudhar, P. .. (2018). "Job Safety A nalysis (JSA) a
pplied in construction industry".








